This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Mei 2016

Tak Ada Masalah Tanpa Jalan Keluar

Dikisahkan, di sebuah kantor, ada seorang pemimpin yang ingin menaikkan jabatan anak buahnya. Namun, ia kebingungan, siapa yang akan dinaikkan jabatannya. Karena itu, ia mencoba mengetes dua orang yang dinominasikan untuk menduduki jabatan tersebut. Ia lantas memanggil pemuda pertama. “Kemarin perusahaan ada kerugian di bagian penjualan karena selisih harga produksi dengan penjualan. Apa tanggapanmu..?”
Pemuda pertama dengan tergopoh-gopoh menjawab, “Maaf Pak. Itu karena si A teledor menghitung barang. Dan, si B di bagian pencatatan juga kurang teliti. Sedangkan saya, tak bisa apa-apa karena semua barang sudah keluar dan tak bisa ditarik lagi.” Begitulah, pemuda pertama mencari-cari alasan pembenar sehingga ia tak disalahkan.
Setelah beberapa saat, pimpinan tersebut memanggil pemuda kedua. Ia pun bertanya hal yang sama. Pemuda kedua menjawab, “Maaf Pak. Saya memang salah karena teledor kurang memberikan arahan pada B, yang mencatat data dari A saat menghitung barang. Tapi, saya mencoba mengoreksi dan sudah menghubungi pembeli untuk menjelaskan masalah ini.”
Jika Anda menjadi pimpinan, siapa yang lebih pantas Anda naikkan jabatannya? Semua orang, pasti setuju jika pemuda kedua yang aktif bergerak mempertanggungjawabkan pekerjaan dan mencari solusi akan mendapat kenaikan jabatan.
Begitulah, karakter orang memang bermacam-macam. Namun, orang yang bertanggung jawab dan memiliki keunggulan pribadi, pasti akan memiliki nilai lebih dengan semangat mencari solusi. Inilah ciri orang yang pandai atau bijak. Sebaliknya, orang yang miskin mental, akan lebih merasa nyaman dengan mencari-cari banyak alasan. Dengan alasan itu, ia akan berlindung agar tak disalahkan. Kedua hal itulah yang menjadi perbedaan dasar yang menentukan kualitas hidup seseorang.
Kisah di atas, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Banyak orang yang sering mencari “kambing hitam” untuk disalahkan. Sementara, bagi yang mau maju, selalu berusaha mencari jawaban dan solusi atas semua persoalan. Ini sejalan pula dengan apa yang sering saya ungkapkan, “Orang sukses selalu kelebihan satu cara, orang gagal selalu kelebihan satu alasan.”
Dengan karakter selalu mencari jalan atau solusi atas semua persoalan, kita akan menemukan banyak ide brilian. Dan, dengan ide itu, ia akan segera melakukan tindakan-tindakan yang membawanya pada satu hasil yang diinginkan. Lihatlah contoh yang sudah menjadi nyata. Jika Saat ini orang sering kerepotan untuk mengisi ulang ponsel dari beberapa merek. Maka, belakangan sudah muncul inovasi pengisi ulang baterai yang bisa digunakan untuk berbagai merek sekaligus. Semua penemuan itu pastilah muncul dari orang-orang pandai yang memiliki semangat solusi.
Ada lagi contoh yang beberapa waktu lalu, muncul di iklan televisi. Ada sebuah tayangan di mana seorang sarjana yang hanya jadi tukang ojek kecurian motor yang jadi sumber mata pencariannya. Namun, berkat keterdesakan itu, ia justru memiliki ide untuk membuat alarm motor dari pemutar musik yang bisa meneriakkan kata: curi..curi.. Akhirnya, ia pun sukses dengan usaha alarm sepeda motor.
Meski hanya tokoh rekaan di iklan, kisah tersebut menjadi simbolisasi, bahwa betapa orang pandai dan orang yang kreatif mencari solusi, selalu memiliki langkah ke depan untuk mencapai sukses yang didambakan. Dan, justru dengan masalah yang timbul, ia akan memiliki pengetahuan dan ilmu tambahan dari hasil kreasi mengatasi masalah. Sebab, ia akan terus mencari dan mencari berbagai jalan untuk mengatasi persoalan. Bahkan, saat menemui kegagalan dalam mencari solusi, orang pandai tak kan mudah menyerah. Seperti air, saat mengalir dan menabrak bebatuan, air akan mencari jalan lain untuk kembali mengalir. Dengan semangat mencari jalan, kesuksesan akan makin dekat untuk menjadi kenyataan.
Mari, jadikan diri kita sebagai orang pandai yang mencari jalan—bukan mencari alasan. Sehingga, otak akan selalu terasah, ide akan selalu mengalir deras tanpa lelah, dan pengetahuan pun akan terus bertambah.
Salam sukses luar biasa!!

Sulit Menyenangkan Semua Orang




Sulit menyenangkan orang lain
 Alkisah, suatu siang yang terik, tampak seorang pengusaha mendatangi sebuah toko mebel di kawasan pusat bisnis di sebuah kota. Pengusaha itu datang dengan membawa kursi sofa yang terbuka jahitannya. Sambil memasang muka yang marah, dengan lantang dia berkata kepada penjual di situ dengan menunjuk ke kursi sofa yang dibawanya, “Lihat sofa ini. Saya sudah membayar dengan harga mahal dan sofa ini telah terbuka jahitannya sebelum dipakai!”
Dengan sabar, si pemilik toko meladeni omelan dan kemarahan tamunya dengan penuh perhatian. Setelah melihat kerusakan kursi sofa tersebut, si pemilik toko berkata, “Baiklah, Pak. Jangan khawatir. Saya akan berusaha membantu memperbaiki jahitan kursi sofa ini sebaik-baiknya. Besok silakan bapak ambil kemari atau kapan pun bapak ada waktu.” Mendengar kata-kata sopan itu, redalah kemarahan si pemilik sofa. Ia pun pergi meninggalkan sofanya untuk diperbaiki dan berjanji akan datang kesokan harinya untuk mengambilnya.
Sepeninggal si tamu, anak pemilik toko mebel itu mendekati ayahnya dan berkata. “Tamu tadi sungguh keterlaluan. Marah-marah tidak pada tempatnya. Bukankah sofa ini bukan buatan kita dan dibeli dari toko kita? Mengapa ayah tidak berusaha menjelaskan, malahan masih mau memperbaiki sofa itu?” Tanya si anak penasaran. Di sekitar toko itu memang ada beberapa toko mebel lain yang menjual sofa, dengan desain yang satu sama lain saling memiliki kemiripan.
Dengan sabar, sambil tersenyum si ayah memberi tahu putranya. “Camkan ini baik-baik anakku! Memang, Ayah tahu ini bukan sofa yang kita jual. Tapi tidak ada ruginya membantu perbaikan kecil dan tidak merepotkan ini. Dengan kita membantunya, maka tamu tadi pasti akan datang ke sini lagi. Dengan begitu, kita akan memiliki pelanggan baru. Apakah kamu mengerti?” ujarnya menjelaskan.
Begitulah, si pemilik toko mebel mengubah mejengkelkan dan ketidakpuasan menjadi sebuah pelayanan dengan dampak keuntungan di kemudian hari. Dan memang, pengusaha yang awalnya marah-marah dan mengeluhkan kerusakan sofa itu, meminta maaf atas kekeliruannya karena melepas kemarahan bukan pada tempatnya dandi kemudian hari menjadi pelanggan setia toko mebel itu.
Sahabat luar biasa,
Kisah ini konon berasal dari pengalaman sebuah toko mebel ternama ketika sedang di masa-masa awal membangun bisnisnya. Ternyata, tidak selamanya ketidakpuasan itu berdampak negatif. Dan pengertian bahwa “kita tak bisa menyenangkan semua orang” seharusnya bisa kita sikapi dengan cara yang bijak. Sebab, bisa jadi, ketidakpuasan yang diungkap, malah akan jadi evaluasi—atau bahkan peluang, seperti dalam kisah di atas—untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih baik lagi.
Mari, ubah ketidakpuasan yang muncul menjadi sebuah pembelajaran. Yakni, pembelajaran untuk jadi lebih baik, lebih dewasa, dan lebih berkembang.  Dengan begitu, saat kita tak bisa menyenangkan semua orang, justru akan jadi evaluasi terbaik untuk memajukan perusahaan.
Terus berinovasi, terus perbaiki layanan. Salam sukses, luar biasa!

Rabu, 25 Mei 2016

Cara Mengganti template di blogspot

1. Silahkan download templatenya di http://btemplates.com/ dan pilih template yang kalian inginkan.

Kisah-Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

Belakangan ini banyak orang mulai lebih melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan. Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri mendorong orang untuk memilih memulai usaha mereka sendiri. Banyak kisah sukses para pengusaha yang mulai dari nol dan harus melewati jalan panjang dan berliku sebelum akhirnya meraih kesuksesan yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin menjajal dunia wirausaha. Di sini Anda bisa menyimak kisah sukses 8 orang pengusaha dari tanah air yang berskala menengah hingga besar, tua maupun muda, yang rata-rata memulai dari bawah dan serba sulit sebelum mencapai kesuksesan yang sekarang.
1. Bob Sadino
Terlahir di Lampung, 9 Maret 1939, mendiang pengusaha dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum akhirnya menorehkan kesuksesan besar. Setelah sekitar sembilan tahun menjadi pegawai, Bob memutuskan untuk berhenti dan banting setir menjadi pengusaha. Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes dan ia supiri sendiri.
Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Tidak putus semangat, ia kemudian beralih profesi sebagai buruh bangunan yang dibayar dengan upah harian. Saat menjadi kuli tersebut, ia melihat adanya peluang bisnis yang lain, bisnis ternak ayam dan telur ayam negeri. Dengan modal pinjaman tetangganya, akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Awalnya, Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di wilayah sekitar tempat tinggalnya, terutama kepada para ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.  Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian. Meski sudah sukses, ia tetap tampil sederhana dan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.
2. Susu Pudjiastuti
Perempuan kelahiran 1965 yang sekarang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI di bawah Presiden Jokowi ini adalah seorang pengusaha yang terkenal tegas. Ia merintis bisnisnya di bidang perikanan dan kemudian maskapai penerbangan dari nol. Setelah memilih untuk berhenti sekolah sebelum lulus SMA, ia memulai usahanya sebagai pedagang pakaian dan bed cover. Setelah melihat potensi wilayah tempat tinggalnya, Pangandaran, sebagai penghasil ikan, Susi lantas memanfaatkannya sebagai peluang bisnis dan beralih ke usaha perikanan. Dengan modal hanya Rp750 ribu hasil dari menjual perhiasannya, ia mulai membeli ikan dari tempat pelelangan dan memasarkannya ke sejumlah restoran. Setelah sempat tersendat, bisnis Susi akhirnya berhasil menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran dan bahkan kemudian merambah ke ekspor ikan dan lobster.
Bisnis maskapai penerbangannya juga berawal dari bisnis perikanan tersebut. Untuk mengatasi masalah pengiriman ikan yang lambat apabila lewat darat atau laut, Susi membeli sebuah pesawat dari pinjaman bank untuk pengangkutan produk lautnya, yang kemudian berkembang menjadi armada maskapai penerbangan Susi Air yang melayani rute pedalaman dan carter.
3. Gibran Rakabuming
Saat ini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.
Sebelum menjabat menjadi Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI jakarta, dan akhirnya Presiden RI, ayahnya, Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. Namun, Gibran memilih untuk merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Ia memulai usahanya dengan mengajukan pinjaman ke bank untuk modal. Meski sempat ditolak beberapa kali, akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari salah satu bank dan dengan modal pinjaman tersebut ia pun memulai Chili Pari dengan melayani pesanan partai kecil. Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha Gibran pun semakin berkembang.
4. Yasa Singgih
Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, anak kelahiran 1995 ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis sejak sangat belia. Sejak berusia 15 tahun, setelah ayahnya terkena serangan jantung dan harus dioperasi, ia mulai mencari uang sendiri dengan menjadi pembawa acara di berbagai acara ulang tahun dan musik. Selain itu, masih di usia yang sama, ia mulai berbisnis online dengan menjual lampu hias, namun tidak bertahan lama karena persoalan pemasok. Setahun kemudian, di usia 16 tahun, Yasa beralih ke bisnis mode. Sempat jatuh bangun dan diremehkan orang, hingga rugi ratusan juta rupiah dari berbagai bisnis, sebelum akhirnya ia berhasil membangun brand pakaian sendiri dengan mengusung nama Mens Republic. Selain itu, ia juga mengelola usaha konsultasi manajemen bernama MS Consulting serta kompleks perumahan dalam bentuk kavling tanah di Bogor.
5. Hamzah Izzulhaq
Pemuda kelahiran 1993 ini sudah membuktikan diri sebagai pengusaha muda yang sukses. Sejak kecil, ia sudah terlihat memiliki bakat berbisnis, yakni dengan berjualan kelereng, petasan, hingga koran. Ia juga pernah menjadi tukang parkir dan ojek payung. Saat tengah mengikuti seminar bisnis pelajar ketika masih duduk di bangku SMA, Hamzah ditawari usaha waralaba bimbingan belajar oleh seorang pemuda yang juga masih muda namun sudah memiliki bimbingan belajar dengan 44 cabang. Dengan bermodal uang Rp5 juta dan pinjaman Rp70 juta dari ayahnya, ia membeli salah satu cabang yang kebetulan ditawarkan untuk diambilalih seharga Rp175 juta. Sisanya yang sebesar Rp100 juta dibayar dengan dicicil dari keuntungan setiap semester. Usahanya itu semakin berkembang, dan kini Hamzah sudah memiliki 3 lisensi waralaba bimbel dengan jumlah siswa di atas 200 orang setiap semester. Sejak akhir 2011, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Pemuda 22 tahun ini menjabat sebagai direktur utama.
6. Nicholas Kurniawan
Nama Nicholas Kurniawan mungkin belum terlalu familiar di telinga Anda, namun saat ini di usianya yang masih sangat belia, 20 tahun, ia sudah sukses menjadi eksportir ikan hias termuda di Indonesia. Semua berawal dari kondisi keluarganya yang terpuruk dan terlilit utang, dan Nicholas pun berniat untuk mengubah nasibnya. Sempat mencoba berbagai bisnis mulai dari asuransi, makanan, MLM, dan mainan, jatuh bangun dan bahkan sempat tidak naik  kelas saat kelas 2 SMA, ia mulai bangkit kembali dan mencoba peruntungannya dengan menjual ikan hias secara online melalui situs Kaskus. Meski sempat beberapa kali ditipu oleh calon pembeli, bisnis ikan hias Nicholas kini sudah menjangkau luar negeri dan dalam sebulan omzetnya bisa mencapai lebih dari Rp100 juta.
Sumber : ww.cermati.com