Jika kamu tidak percaya pada diri sendiri, bagaimana dengan orang lain? Sukses dimulai dari pikiran. Jika kamu memandang rendah diri sendiri dan terus memikirkan kegagalan, hal itulah yang akan terjadi. Berpikir positif! Kamu akan lebih bahagia dan lebih sukses, bahkan menularkan hal tersebut ke sekelilingmu.
Buang pikiran ragu terhadap orang lain. Kalau kamu tidak suka dikritik, jangan kritik orang lain. Pikirkan apa yang orang lain rasakan. Bahkan jika maksudmu baik, orang-orang tetap tidak suka mendengar hal negatif.
Kalau saya suka menunda, saya akan mengerjakan hal ini (menulis) di hari esok. Menunda, sama seperti jalan di tempat. Pecahkan masalah, selesaikan tugas, dan bergerak maju. Jangan buang waktu. Kebiasaan positif ini akan membuatmu bahagia dalam jangka waktu yang lama
Menyakiti hati orang, bahkan bisa terjadi tanpa kita sengaja. Karena itu, berusahalah sekuat tenaga, agar hal ini tidak terjadi. Kalau orang lain berbuat salah, biarkan saja. Tidak perlu sibuk merencanakan pembalasan, karena kamu akan jadi orang yang sama negatifnya seperti mereka.
Makan di luar adalah salah satu pemborosan terbesar. Menyenangkan diri sendiri dan orang lain adalah hal baik, tapi kalau selalu makan di luar, tabunganmu akan habis dalam waktu singkat. Belajar masak makanan favoritmu: kamu akan lebih hemat, lebih sehat, lebih menikmatinya, juga bisa mengesankan banyak orang.
Orang malas itu, menghabiskan banyak waktu dan energi bagi orang lain. Apa yang terjadi kalau kamu janjian nonton film dengan teman-teman, lalu kamu terlalu malas untuk bangkit dari tempat tidur? Kamu akan ditinggal. Sesederhana itu nasibmu kalau malas. Jika kamu menyayangi keluargamu, juga teman-temanmu, jangan biarkan mereka menghabiskan banyak waktu dan energi mereka, untuk menunggu dan membujukmu agar lebih giat.
Kita semua punya masalah, dan terkadang, kita perlu “curhat” ke orang lain. Hal ini wajar. Tapi perhatikan: seberapa sering kamu berkeluh kesah pada orang lain? Keluarga dan teman pasti mau membantu. Tapi kalau kamu selalu negatif dan mengeluhkan hal yang sama berulang kali, suatu kali mereka akan enggan mengulurkan tangan.
Kalau kamu selalu memikirkan diri sendiri, kamu akan hidup sendirian. Coba ambil jeda satu menit, dan pikirkan bagaimana tindakanmu bisa memengaruhi banyak orang. Kamu menghabiskan air minum di ruang istirahat? Isi ulang. Kamu tinggal bersama orang lain? Jangan minum susu atau jus langsung dari wadahnya. Kita hidup di dunia ini dengan orang lain, jadi pikirkan sekelilingmu.
Ketika kamu membuat janji, kamu terikat dengan tanggung jawab untuk menepatinya. Daripada berjanji dengan kata-kata, seperti “Saya janji untuk selalu mencintaimu”, lebih baik kamu ada ketika dibutuhkan dan “katakan” apa yang kamu rasakan dengan tindakan.
Kita hidup di lingkungan di mana banyak orang menawarkan berbagai macam barang dan jasa kepada kita. Cermati baik-baik kebutuhan dan kemampuanmu. Tidak perlu takut atau malu untuk berkata “Tidak”.
Apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini, selalu akan ada orang yang tidak puas, bahkan protes. Tapi ingat hal ini: pendapat orang lain tidak akan berpengaruh banyak terhadap karier suksesmu. Jadi, jangan cepat menyerah dan putus asa.
Boros itu: meninggalkan makanan sisa di piring; membiarkan air bersih terus mengalir dan terbuang begitu saja ketika kamu sedang menyikat gigi; atau naik kendaraan bermotor ke tempat yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Hentikan hal-hal tersebut.
Jangan biasakan buang bungkus perman/snack, tisu bekas, atau sampah lainnya ke jalan. Kalau itu yang kamu lakukan, kamu harusnya malu pada diri sendiri. Ada 7 miliar penduduk Bumi. Jika setiap orang merasa tidak bersalah membuang bungkus snack ke jalanan, akan ada sedikitnya 7 miliar potongan sampah, hasil dari ketidakpedulian orang-orang.
Media sosial seringkali terasa “panas” dengan pendapat banyak orang, tentang beragam hal. Yang perlu kamu perhatikan adalah, tidak semua hal tentang kamu. Kalau kamu terlalu peka, ambil pusing pada banyak hal, seseorang akan memanfaatkan kamu untuk kepentingan pribadinya.
Banyak masalah yang timbul karena kita terlalu banyak bicara. Jika situasi dan kondisi kurang bagus, biarpun apa yang akan kamu bicarakan adalah hal penting, jangan bicara dulu. Kamu bisa menyampaikan banyak hal dengan tindakan, dan mendengarkan lebih banyak ketika tidak berbicara.
Tidak peduli sesibuk apa pun kamu hari ini, selalu ada kesempatan bagimu untuk berhenti dan bernafas. “Rayakan” dan syukuri hidup ini.




